
foto : Tiga Dosen Pancasila STKIP Taman Siswa Bima Berpose bersama sebelum masuk Ballroom Pelatihan.
Tiga dosen STKIP Taman Siswa Bima terpilih mengikuti Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 November 2025 di Denpasar, Bali, ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2018 tentang Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.
Adapun tiga dosen yang dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti pelatihan ini adalah Edy Suparjan, M.Pd.; Hadi Himawanto, S.H., M.H.; dan Miftahul Jannah, M.Pd. Pelatihan dirancang untuk memperkuat kompetensi dosen dalam menanamkan dan menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila secara ilmiah, sistematis, dan kontekstual di lingkungan perguruan tinggi.

Foto : Edy Suparjan, M.Pd Pose bersama Kelompok Kelas B; Pokok-pokok Pikiran Pancasila
Pelatihan Angkatan III ini diikuti oleh 184 peserta dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Peserta berasal dari kampus-kampus seperti Universitas Negeri Jakarta, STKIP Taman Siswa Bima, Universitas ASA Indonesia, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Tanjungpura, Universitas Cendana, Universitas Jenderal Sudirman, Universitas Pendidikan Ganesha, Universitas Udayana, Universitas Ngurah Rai, Universitas Warmadewa, Universitas Muhammadiyah Bima, Universitas Bali Internasional, Universitas Mahasaraswati Denpasar, Universitas Hindu Bali, Universitas Islam Al Azhar, IAIN Kendari, UIN Mataram, dan perguruan tinggi lainnya.
Kegiatan dibuka resmi oleh Ketua BPIP RI, Prof, K.H. Yudian Wahyudi. dan seluruh proses pelatihan menghadirkan para pakar bidang filsafat, ideologi, dan pendidikan Pancasila, di antaranya:
- Prof. Dr. Muhammad Amin Abdullah
- Dr. Arqom Kuswanjono, S.S., M.Hum
- Dr. Surahno, S.H., M.Hum
- R.P Dr. Johanes Haryatmoko, S.J.
- Prof. Dr. Munadi, S.Pd., M.Pd.
- Dr. Irene Camelyn Sinaga, AP., M.Pd.
- Dr. Ir. Hamdani, S.T., M.Cs., IPM
Para peserta mendapatkan penguatan ideologis dan akademis melalui materi inti yang meliputi:
- Philosophische Groundslag dan Weltanschauung
(Landasan filosofis dan pandangan hidup bangsa) - Sejarah Perumusan Pancasila
(Dinamikanya sejak pra-kemerdekaan hingga penetapan 18 Agustus 1945) - Pokok-Pokok Pikiran Pancasila
Termasuk relevansi nilai-nilai dasar, instrumental, dan praksis - Pelaksanaan MKWK di Perguruan Tinggi
Berdasarkan Keputusan Dirjen Dikti Nomor 84 Tahun 2020 - Kedudukan Pancasila dalam Sistem Ketatanegaraan
- Demokrasi Pancasila
(Ciri, prinsip, dan perbedaan dengan model demokrasi lainnya) - Sistem Ekonomi Pancasila
- Lima Metode Pembelajaran Pancasila
(Metode normatif, historis, filosofis, komparatif, dan kontekstual) - Pembangunan Nasional berdasarkan Pancasila
(Integrasi nilai Pancasila dalam perencanaan dan kebijakan pembangunan)
Materi-materi tersebut dirancang untuk memperkuat pemahaman konseptual dosen serta kemampuan pedagogis dalam mengajarkan Pancasila secara komprehensif dan relevan dengan konteks sosial kebangsaan masa kini.
Pesan Utama Para Narasumber
Dalam penyampaian materinya, Prof. Muhammad Amin Abdullah menegaskan bahwa tugas dosen Pancasila tidak sekadar melakukan transfer of knowledge, tetapi menjadi transformer yang menggerakkan perubahan sosial. Ia mencontohkan bagaimana Bung Karno mampu menginterkoneksikan berbagai disiplin ilmu untuk merumuskan gagasan besar bangsa.
Sementara itu, Dr. Arqom Kuswanjono menyoroti masih adanya persepsi keliru di beberapa perguruan tinggi yang menganggap Mata Kuliah Pancasila hanya sebagai pelengkap. Ia menegaskan bahwa MK Pancasila merupakan Mata Kuliah Wajib sesuai regulasi nasional. Dr. Arqom juga mendorong para dosen untuk berkomunikasi dengan pimpinan perguruan tinggi masing-masing agar melembagakan MKWK secara penuh berdasarkan aturan Dirjen Dikti.

Foto : Bapak Dr. Arqom saat menyampaikan Kebijakan MKWK di Perguruan Tinggi
Menurut Ibu Miftahul Jannah, salah satu Dosen Pendidikan Pancasila mengatakan, bahwa Keikutsertaan tiga dosen STKIP Taman Siswa Bima dalam pelatihan BPIP ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengembangan Mata Kuliah Pancasila di lingkungan kampus. Dengan bekal keilmuan dan pengalaman yang diperoleh, para dosen diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat karakter mahasiswa, serta membumikan nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Ungkapnya.
Published By’ Divisi 08. (02/12/2025).




