Bima, 4/12/2025 – Wingku-Media

Foto : Dok Pribadi Tibian
Operasi pencarian terhadap seorang nelayan yang hilang akibat kecelakaan laut di Perairan Wane, Kabupaten Bima, berakhir duka. Tim SAR gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis, 4 Desember 2025, setelah dua hari pencarian di tengah gelombang tinggi Pantai Selatan.
Kepala Satuan Polairud Polres Bima mengatakan operasi gabungan itu melibatkan personel Polairud, Basarnas Pos SAR Bima, relawan, serta masyarakat dan nelayan setempat. “Sejak pagi kami lakukan konsolidasi, menentukan pola penyisiran, hingga akhirnya tim snorkling menemukan korban tak jauh dari lokasi perahu menabrak tebing,” ujarnya di Pantai Wane.

Foto : Dok Pribadi Tibian. (4/12/2025)
Kecelakaan Terjadi Saat Cuaca Buruk
Insiden kecelakaan laut itu terjadi pada Rabu, 3 Desember 2025, sekitar pukul 05.00 WITA. Sebuah boat yang mengangkut rombongan pemancing kehilangan kendali akibat ombak besar dan cuaca buruk. Perahu kemudian menghantam tebing karang di Perairan Karumbu.
“Benturannya keras sekali. Para pemancing terjatuh dan langsung terseret arus,” kata seorang nelayan yang ikut dalam operasi pencarian. Sejak kejadian itu, satu orang dilaporkan hilang.
Hari Kedua: Penyisiran 13 Mil, LKP Diperketat
Pagi hari sekitar pukul 07.30 WITA, seluruh unsur SAR melakukan apel persiapan di Pantai Wane. Setelah membagi sektor pencarian, tim bergerak pukul 08.00 menggunakan perahu aluminium dan perahu milik warga.
Basarnas menyisir ke arah Timur sejauh 13 nautical mile, mengikuti pola arus dan angin. Pada pukul 12.00 WITA, tim menghentikan operasi sementara untuk evaluasi dan istirahat. “Kami sempat mempertimbangkan perluasan area, tetapi hasil evaluasi justru mempersempit pencarian ke sekitar LKP,” ujar Koordinator Lapangan Basarnas.
Pukul 13.00 WITA, penyisiran dilanjutkan. Hanya berselang sepuluh menit, kabar yang ditunggu sekaligus dikhawatirkan datang melalui radio HT tim snorkling. “Korban ditemukan! Kondisi MD,” terdengar suara anggota tim, disambut hening beberapa detik di atas perahu lain.
Korban Ditemukan di Kedalaman Lima Meter
Korban ditemukan di kedalaman lima meter, hanya berjarak sekitar sepuluh meter dari tebing karang tempat boat menghantam dinding batu sehari sebelumnya. Tim segera mengevakuasi jenazah ke perahu.
Sekitar pukul 13.40 WITA, jenazah berhasil didaratkan di Pantai Wane. Pihak keluarga yang menunggu sejak pagi langsung menerima korban untuk proses identifikasi dan pemakaman.
Gelombang Tinggi Jadi Kendala Berat
Seluruh proses pencarian berjalan di bawah tekanan cuaca ekstrem. Gelombang Pantai Selatan yang dikenal ganas menyulitkan manuver perahu. “Kami harus terus menjaga jarak dari tebing. Salah sedikit, perahu kami bisa ikut terhempas,” kata seorang personel Polairud.
Meski situasi sulit, operasi SAR akhirnya menuntaskan pencarian pada hari kedua. “Ini duka bagi keluarga, tapi setidaknya korban dapat ditemukan dan dibawa pulang,” ujar Pak Tibian yang merupakan perwakilan Polairud bertugas di TKP.
Published By’ Divisi 08. (04/12/2025)




